Bandung – Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung kini memiliki gedung baru, yakni Gedung Pusat Pengetahuan (Knowledge Center) Unpad-Pertamina, di Kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur, Bandung. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat riset dan litbang pengembangan bisnis migas Unpad.
Gedung ini diresmikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, dan Rektor Unpad Ganjar Kurnia, pada Jumat, (23/5). Peresmian juga disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, dan Tata Kelola Unpad, Prof. Dr. Ir. H. Roni Kastaman, MSIE, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Nury Effendi, S.E., M.A., Ph.D, dan Direktur Keuangan Pertamina Andri T. Hidayat.
Gedung empat lantai seluas 2.500 meter persegi ini didesain dengan mengusung konsep Green Campus, yang diarahkan untuk mewujudkan sarana pendidikan yang ramah lingkungan. Konsep ramah lingkungan ini akan terlihat pada segala fasilitas dan aktivitas di setiap lantai yang mencerminkan upaya penerapan eco office.
Pertamina mengalirkan dana Rp 10 miliar untuk pembangunan gedung tersebut. Berbagai fasilitas lengkap, dapat ditemui di gedung ini, seperti ruang publik dengan jaringan hot spot area, ruang belajar mengajar ber AC, perpustakaan lengkap, ruang berlajar pribadi dan kelompok, laboratorium berbasis komputer, ruang auditorium, ruang kajian bisnus energi dan ruang serba guna.
Hampir semua ruangan di tiap lantai dipenuhi dengan ruang-ruang ventilasi, tempat masuknya cahaya, untuk melepaskan ketergantungan terhadap listrik. Penunjang kegiatan belajar mengajar akan diarahkan pada paper less dan efisiensi ruang yang ramah lingkungan.
Rektor Unpad, Ganjar Kurnia mengapresiasi upaya Pertamina tersebut. Ganjar mengatakan, gedung itu nantinya bisa dipakai untuk belajar hingga seminar. “Kita ingin mengembangkan diskusi-diskusi ilmiah, apalagi sekarang Unpad interest terhadap energi,” ucapnya.
Pendirian gedung ini dilakukan melalui program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad. “Harapan saya gedung ini dapat berkontribusi memajukan bisnis energi,” ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan.
Senada dengan hal ini, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Unpad, Harry Suharman mengatakan ke depannya penggunaan gedung tersebut akan lebih ke arah riset terkait bisnis Migas, dan pengembangan energi baru terbarukan.
Keberadaan gedung ini diharapkan dapat berperan sebagai wadah pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis nasional dalam skala yang luas. Selain itu pembangunannya selaras dengan konsep “corporate university” yang dijalankan oleh Pertamina, saat ini.
“Seperti halnya knowledge center yang diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat keilmuan ekonomi dan bisnis. Pengetahuan digali dan dikembangkan secara kontinyu sehingga menghasilkan nilai manfaat keilmuan yang besar bagi banyak pihak, begitu juga dengan esensi corporate university yang kami jalankan saat ini,” kata Coordinator SME & SR Program Pertamina Kuswandi.•SAHRUL